Mesjid Raya Baiturrahman

Mesjid bersejarah kebanggan rakyat Aceh

Rumoh Aceh

Rumoeh Aceh merupakan Rumah Adat Aceh

Kuwah Pliek

Salah Satu Kuliner Khas Aceh

Tuesday, December 13, 2016

Khanduri Moloed di Aceh

Maulid Nabi, merupakan acara peringatan hari lahirnya Nabi besar Muhammad SAW. Di setiap daerah dengan penduduk muslimnya mayoritas, mungkin mempunyai adatnya sendiri dalam memperingati hari besar islam ini, begitu pula Aceh. Aceh memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW dengan Khanduri moloed (kenduri memperingati maulid Nabi).

Masyarakat Ds. Alue barueh 
Sedang makan bersama di acara Khanduri moloed

Pada saat moloed (maulid), rakyat Aceh pada umumnya merayakan dengan berkenduri dan zikir kitab barzanjii (aceh: Dikee) di menasah- menasah gampoeng. Biasanya, setiap orang yang ingin berkenduri membawa aneka jenis makanan  dan masakan menasah- menasah setempat. Acara Khanduri moloed, memiliki tujuan utama sebagai momen untuk menyantuni anak- anak yatim, santri, fakir miskin, dan silaturrahmi warga sekitar.

Sambil menunggu saat makan bersama tiba, acara ini diiringi oleh shalawat- shalawat dari grup dikee (grup shalawat kitab barzanjii) yang diundang ke tempat moloed.   

Grup dikee Sedang zikir barzanjii
 (foto: bersamaislam.com)

Makan bersama biasanya baru dilakukan ketika gruup dikee telah selesai bershalawat dan dilanjutkan dengan berdo'a bersama dengan seluruh tamu yang hadir. 

Ada beberapa jenis makanan yang dianggap khas saat Khanduri moloed. Biasanya hidangan saat Khanduri moloed berupa Bu Kulah (nasi yang dibungkus daun pisang berbentuk kerucut) dan Bu Leukat (Nasi ketan). Adapun lauk- pauknya biasanya berupa Kuwah beulangoeng (baca juga), telur bebek asin, gulai ayam atau bebek, daging rendang, dan masih banyak yang lainnya.

Note: 
Sampai saat ini masih ada pro dan kontra masalah perayaan Khanduri moloed. Hal ini dikarenakan adanya kilah pendapat antara yang merayakan dan yang menentang. Penulis di sini hanya menyampaikan dari segi budaya masyarakat Aceh yang begitu semangat dalam memperingati hari Lahirnya Baginda Nabi besar Muhammad SAW. 


Sunday, December 11, 2016

Tari Ranup Lam Puan

Bagi anda yang sering berkunjung saat perayaan- perayaan tertentu di Aceh, nama Tari Ranup Lam puan pasti sudah sangat familiar didengar. Bagaimana tidak, tari ini biasa ditampilkan dalam sesi penyambutan tamu terhormat di suatu acara. 

Tari ranup lam puan
pada acara preeh binto baroe

Tari Ranup Lam puan merupakan tari tradisional suku Aceh. Menurut sejarah sih, tari ini pertama kali diperkenalkan di daerah koeta radja (Banda Aceh) 1959. Yang menciptakan tarian ini merupakan seorang seniman bernama Yusrizal. Jika diterjemahkan menurut bahasa, Tari Ranup Lam puan berarti sirih dalam Puan. Berarti, Tari Ranup Lam puan menggambarkan kebiasaan suku Aceh menyuguhkan sirih kepada tamu. 


Simbol penghormatan kepada tamu menggunakan sirih sudah ada sejak jaman kerajaan. Sebagaimana telah ditulis di situs pemerintah acehprov.go.id, dalam tradisi Jamuan raja-raja di Aceh, seperti Jamuan kepada Sir James Lancastle utusan Raja Inggris James I pada masa  Sultan Alauddin Riayatsyah Saidil Mukammal (1602 M), sirih sudah merupakan suguhan persembahan kepada tamu-tamu agung. Tradisi penyuguhan sirih untuk memuliakan tamu sudah merakyat sejak dari dahulu kala dalam masyarakat Aceh. Berkaitan dengan adat menyuguhkan sirih tersebut, dapat diartikasn sebagai simbol kerendahan hati dan sengaaja memuliakan tamu atau orang lain walaupun dia sendiri adalah seorang yang pemberani dan peramah.

Penari ranup lam puan terdiri dari beberapa orang wanita. para wanita ini menggunakan pakaian tradisional yang sopan. Gerakan dalam tari ini mengandung makna dalam tiap sesinya, seperti merendah di hadapan tamu dan menyuguhkan sirih kepada tamu. Hal ini melambangkan kesopanan, dan memuliakan tamu.

para penari juga membawa beberapa perlengkapan tari yang berupa :
  1. Bate (Puan)
  2. Ranub (Sirih, Pinang, Kapur, Gambir, dan Cengkeh)
  3. Ceuradi (alas puan)
  4. Sange (tutup bate)
  5. Fungsi Ranub:

Fungsi Ranub untuk suguhan kepada tamu (dapat dimakan ) guna menghormati yang menyuguhkannya.

Saturday, December 10, 2016

Kuwah Pliek

Kata "Pliek U" mungkin terdengar aneh atau tidak familiar bagi sebagian orang, terutama bagi orang di luar Aceh. Tapi di Aceh, Pliek U merupakan bahan utama membuat salah satu masakan khas Aceh, yaitu "Kuwah Pliek". Pliek, terbuat dari ampas kelapa. Kelapa busuk yang telah diambil minyaknya dikeringkan dengan dijemur.

Di luar Aceh, jenis masakan ini mungkin masih kalah pamor dibandingkan dengan kuwah beulangong (baca: http://wisatawetaceh.blogspot.co.id/2016/12/kuwah-beulangoeng.html), tapi di Aceh kuwah pliek masih menjadi masakan favorit bagi masyarakat. Masakan kuwah pliek biasanya diolah dengan campuran beberapa jenis sayuran, tapi ada juga masakan kuwah pliek untuk olahan ikan.

Resep olahan kuwah pliek untuk masakan sayuran biasanya terdiri dari:
  1. Buah nangka muda
  2. Buah pepaya muda
  3. Daun melinjo muda dan buah melinjo
  4. Kacang panjang
  5. Daun singkong
  6. Rebung kala
  7. Bahan tambahan, biasanya yang digunakan adalah udang dan Chue (sejenis keong yang hidup di sungai)
Sedangkan untuk bumbunya terdiri dari banyak jenis rempah, antara lain :
  1. Pliek u
  2. Kelapa gonseng
  3. Santan
  4. Bawang merah dan bawang putih
  5. Jahe
  6. Kunyit
  7. Cabai merah, Rawit, dan ijo
  8. Ketumbar
  9. Merica

Masakan kuwah gulee pliek
poto :atjehliterature.blogspot


Selain digunakan sebagai bahan masakan, masyarakat Aceh juga menggunakan Pliek u sebagai bahan pelengkap saat menikmati buah- buahan, terutama buah- buahan muda.

Semoga bermanfaat ya info ringkasnya . . !! bagi yang belom nyobain, dipersilahkan. kalau gak tau harus beli dimana, tinggal liat resepnya di buku resep om google. tpi kalau posisinya di Aceh, tinggal mampir dah di rumah makan- rumah makan yang mnyediain menu ini. salaaammmm . . . .

Thursday, December 8, 2016

Kuwah Beulangoeng

Kali ini saya akan berbagi sedikit info tentang "Kuwah Beulangoeng". Kuwah Beulangoeng merupakan jenis masakan sejenis gulai yang berasal dari Aceh.

Kalou dilihat dari segi bahasa, kuwah beulangong berarti kuwah yang dimasak di belanga atau kuali besar. Masakan khas Aceh ini, diolah dengan berbahan dasar daging. Daging yang biasa digunakan adalah daging kambing, sapi, atau kerbau dengan tambahan sayur. Sayur digunakan dalam memasak kuwah beulangoeng biasanya adalah nangka muda, pisang kepok, atau labu air.

Hidangan kuwah beulangong sebagai menu utama sudah menjadi kebiasaan dalam acara-acara perayaan di Aceh. Seperti acara Syukuran kawinan dan khauri blang (semacam acara do'a bersama setelah musim panen padi). 

Masakan kuwah beulangong, diracik dengan tambahan rempah yang beraneka-ragam. Di Aceh, yang menjadi koki utama masakan ini biasanya kaum pria loh. . He he he. Pada acara perayaan-perayaan, kamu wanita biasanya bertugas menyiapkan sayuran untuk tambahan masakan. 

Ada yang belum pernah nyobain masakan khas Aceh yang satu ini gak ?? Silahkan dicoba deh. Sekarang Anda-anda tidak perlu menunggu acara tertentu untuk menikmati kuliner satu ini. Soalnya saat ini sudah sangat banyak warung-warung dan Rumah makan di Aceh yang khusus menjual "Kuwah Beulangong". Bahkan warung atau rumah makan biasa pun ada yang menyediakan masakan ini sebagai menu pelengkap.

So, ayoo ke Aceh. . 

Gambar saat kami sedang memasak
Kuwah beulangoeng trav


Seorang pemuda sedang 
Membagikan kuwah beulangong pada acara adat




Wednesday, December 7, 2016

Aceh Berduka "Gempa 7 Desember 2016"

Rabu 07 desember 2016, Aceh kembali diguncang gempa bumi berkekuatan 6.5 Skala Richter. Gempa ini terjadi sekitar pukul 05:03 WIB, yang berpusat di Timur laut Kabupaten Pidie Jaya, dengan kedalaman sekitar 10Km, dan tidak berpotensi Tsunami.

Gempa ini mengakibatkan sejumlah bangunan rusak parah. Kerusakan terparah terjadi di sekitaran kota Ulee glee, Mereudu, Tringgadeng, dan luengputu. Bangunan yang rusak meliputi Ruko, Rumah Warga, Rumah ibadah dan beberapa bangunan publik lainnya.

Sampai saat ini, jumlah korban telah mencapai 52 orang meninggal dunia, 73 orang luka berat, dan ratusan lainnya luka ringan. 

Bagi rakyat Aceh, musibah ini seakan menjadi kilas-balik tragedi gempa dan tsunami 2004 silam. Dimana 11 tahun silam, Aceh dilanda tsunami yang juga bertepatan pada bulan desember. 

Info ini kami sampaikan sebagai bahan renungan kita untuk menyadarkan kita atas kelalaian yang kita lakukan. Juga untuk melihat kebesaran Sang Khaliq.

Sisihkan sedikit waktu kita untuk mendo'akan saudara-saudara yang terkena dampak musibah ini. Mereka membutuhkan dukungan kita dari segi moril maupun materil. 



Poto-poto ini diambil dari #gempaAceh

#PrayForAceh #GempaAceh


Tuesday, December 6, 2016

Timphan Aceh

Hallo hallo para pecinta kuliner khas Aceh. . . ! !
Pada artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit tentang salah satu kue khas Aceh. YupzZ. . Timphan.

Timphan Aceh

Bagi masyarakat Aceh, mungkin sudah familiar dengan penganan yang satu ini. Timphan merupakan makanan ringan khas Aceh. Timphan biasanya menjadi salah satu kue utama pada acara-acara penting di Aceh. Timphan biasa dihidangkan pada hari lebaran, syukuran, dan perayaan-perayan hari besar Islam.

Bahan utama pembuatan adonan Timphan biasany adalah tepung ketan dan santan dengan penambahan pisang atau labu tanah. Adonan timphan diisi dengan kelapa parut yang sudah digonseng atau ada juga yang diisi dengan 
srikaya (sejenis selai). Adonan timphan yang sudah dibungkus kemudian dikukus. 

Selain Timphan yang terbuat dari tepung, ada juga beberapa jenis timphan lainnya. Diantaranya :

  1. Timphan ubi. Timphan yang dibuat dengan menambahkan ubi parut pada adonannya dan diisi dengan parutan kelapa gonseng.
  2. Timphan puloet. Merupakan ketan yang dibungkus daun pisang, kemudian dibakar/ panggang.
  3. Timphan brenee (sagu). Merupakan timphan yang dibuat dari tepung sagu, dengan diisi kelapa parut gonseng, dibungkus dengan daun pisang, dan dikukus.

Contoh timphan bernee
Ageutanyo.blogspot

Timphan puloet
Acehdonya.blogspot

Timphan ubi
Mejakoki.com

Gimna ni para petualang kuliner, penasaran pingin nyobain?? Ayo jalan-jalan ke Aceh buwat nyobain kue satu ini. Atau belajar membuat timphan langsung dari mak-mak masterny perakit Timphan. . Hehehe, sekian dulu

Saturday, December 3, 2016

Eungkoet Keumamah (Ikan Kayu)

Keumamah atau ikan kayu (luar Aceh), adalah ikan yang dikeringkan sampai teksturnya mengeras seperti kayu, sehingga bisa bertahan lama atau tidak basi.

Keumamah sebelum diolah

Keumamah merupakan jenis kuliner khas Aceh. Pengeringan ikan keumamah harus melalui beberapa tahap. Mulai dari penjemuran, perebusan, terakhir disalai. Ikan yang biasa digunakan pembuatan keumamah adalah ikan tongkol.

Keumamah merupakan menu andalan bagi para pejuang-pejuang aceh tempo dulu. Hal ini dikarenakan keumamah tahan lama, sehingga para pejuang bisa menyetoknya untuk persediaan selama perang. Di samping itu, masakan Asam Keumamah juga bisa membuat nafsu makan kita meningkat. Maka tidak heran olahan keumamah ini disebut juga "Kuliner Warisan Perang".


Contoh olahan keumamah
(poto: cantik.tempo)


Thursday, December 1, 2016

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh ( Aceh Tsunami Museum), begitulah sebutannya. Jalan- jalan ke kota Banda aceh terasa kurang lengkap sebelum mengunjungi tempat satu ini. 
Museum ini dibangun sebagai sarana edukasi dan sejarah dalam mengenang tsunami di Aceh. Gedung yang memiliki empat lantai dengan luas sekitar 2.500m persegi ini, dirancang oleh arsitek asal kota kembang Bandung, Ridwan Kamil. 

Foto: vimeo.com

Jalur masuk ke dalam gedung dirancang berbentuk gorong-gorong yang gelap, dengan air yang mengalir di kedua sisi dinding. Hal ini bertujuan untuk mengenang kejadian tsunami 2004 silam.

Suasana gorong-gorong masuk museum
(medandailybisnis.com)

Di dalam museum, terdapat koleksi foto korban tsunami, suasana kota pasca musibah, serta simulasi gempa dan tsunami. Di sini jga terdapat sebuah ruangan yang mencantumkan daftar korban pada tragedi 2004 silam ini. 

Memorial hall


So, gak da salahnya mngunjungi tempat yang satu ini. Selain berguna untuk menambah wawasan tentang sejarah musibah di masa lalu, juga bisa dijadikan sebagai bahan renungan agar senantiasa merasa hamba di hadapan Dzat Yang Maha Kuasa.


Wednesday, November 30, 2016

Kapal Apung



Komplek Kapal PLTD Apung
 (acehsumatera.blogspot.com)


Kapal Apung telah menjadi sebuah destinasi wisata sejarah tsunami Aceh. Saat tsunami meluluhlantakkan Aceh 2004 silam, Kapal Apung terseret ganasnya ombak sampai ke desa pungee blang cut- banda Aceh. Padahal bobot kapal Apung mencapai 2600 ton.

Kapal PLTD Apung 1 adalah sebuah kapal generator listrik milik PLN yang berada di Banda Aceh. Kapal Apung kini telah mnjadi tujuan wisatawan bagi turist lokal maupun asing. Area seputaran Kapal Apung telah dibeli oleh pemerintah dan telah ditata menjadi tempat wisata yang bernilai pendidikan dan sejarah. Di Komplek Kapal Apung, kini juga telah dibangun sebuah monumen peringatan kejadian Tsunami. Hal ini ditujukan untuk mengenang para korban dalam musibah ini. 

Saturday, May 14, 2016

Lhok Mata Ie

Keindahan di pantai ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi pecinta Camping, para pemancing, ataupun sekedar wisatawan lokal. Pantee Lhok Mata Ie, merupakan sebuah pantai yang terletak di kawasan desa Ujong pancu, kec. Peukan bada, Aceh besar. Untuk menuju kemari, travellers harus melintasi jalan setapak dalam hutan hutan kecil, dengan prkiraan waktu sekitar 30 menit. Jadi kendaraan bisa dititipkan di rumah-rumah penduduk dengan membayar parkir sekitar 5 ribua-an.

Sebagian besar batasan pantai di Lhok mata ie adalah bebatuan dan karang. Pantainya tidak luas, namun cukup menawan dengan pasir putih yang menghiasinya. Air laut di sini sangat jernih, sehingga kita dapat melihat dengan jelas karang- karang dan ikan yang melintas di bawah air. 


Di pantai Lhok mata ie, travellers bisa menikati keindahan pantai yang begitu mengagumkan. Trav bisa melakukan banyak kegiatan wisata laut di sini. Misalnya ingin memancing ikan, di sini spotnya cukup menarik loh. Aneka jenis Ikan karang seperti GT (Rambee: Aceh), Kakap merah, kerapu atau bahkan Trav ingin memancing cumi juga bisa. Selain mancing, Trav juga bisa bersnorkling di sini. Keindahan terumbu karang di bawahnya sangat luar biasa loh. . hehehe. Trav dapat melihat-lihat keindahan bawah air dari pantai ini, atau ingin sekedar ingin berinteraksi langsug dengan aneka jenis ikan kecil (kalau ngomong sama ikan, Ane gak tanggung jawab. sumpah gak mau). Pokoknya tidak kalah ama di tempat-tempat lain. wkwkwkwkwk. Cuma bedanya di sini belum dikelola  aja dengan baik oleh pihak/ Dinas terkait. 


Kalau Trav ingin kemari, Jangan lupa membawa perlengkapan wisata  sesuai kebutuhan. Perlengkapan sih tergantung cara berwisata masing- masing. Bagi yang hoby mancing ya jangan lupa membawa perlengkapan pancing sendiri (Orang budeg juga tau ya ? ?  ingatin ajee), begitu juga yang sukanya berenang, snorkling, or camping. Cuma saran ane yang paling utama adalah : jangan lupa bawa diri, makanan, dan air.ntar mati loh kalau gak,  ha ha ha . .









Satu hal lagi yang jadi prioritas utama : BERSIHKAN SAMPAHMU, sama- sama kita menjaga alam.
gak ada toleransi dalam hal ini ya  Trav

LESTARI . . !!


anakgunung04@gmail.com

Friday, May 13, 2016

Pantee Lhok Keutapang

Hallo para jalan2 mania . . ! ! Kali ini saya mengulas sedikit informasi tentang tempat wisata yang tersembunyi (bagi yang tidak tau sih, hehe) yang berada di seputaran Aceh besar, yaitu, Pante Lhok keutapang. Mungkin bagi yang tinggal di seputaran kota Banda Aceh dan Aceh besar sudah biasa mendengar tentang tempat ini. Tapi kali ini, penulis ingin berbagi secuil informasi bagi para touring yang belum tau sama sekali.

OK, Lhok keutapang berada di sekitar Ds. Ujung Pancu, Lam Pageu, Aceh Besar. Namun, untuk mencapai ke tempat ini, anda2 harus lebih dulu membuang sedikit tenaga untuk mendaki dan turun bukit selama lebih kurang 2 jam berjalan kaki menyusuri hutan kecil. Karena, Pantee Lhok keutapang berada di seberang bukit dari desa Ujung pancu tersebut dan tidak ada akses untuk kendaraan. Para Travellers tidak perlu kuwatir, karena begitu anda sampai di sana rasa lelah akan terbayar dengan keindahan alam yang menakjubkan.

Pantee Lhok keutapang menawarkan keindahan alam yang menakjubkan. Anda akan dimanjakan dengan keindahan laut biru dan pantai pasir putih yang begitu mempesona, ditambah lagi dengan pemandangan Pulau bunta yang tampak dari kejauhan. Selain itu, kita juga bisa menikmati sunset yang begitu menawan di kala senja datang. Jika beruntung, agan2 akan dapat melihat penyu yang datang ingin bertelur, kalau beruntung sih. =))


Selain itu, jika anda pecinta Mancing, di sini juga merupakan spot yang menarik. Banyak ikan- ikan karang seperti kerapu karang, GiantTravelly, dll yang menanti umpan pancing anda. Emm, jika bosan buat memancing ikan, travellers juga bisa sekedar mencari jenis makanan laut lainnya, sperti menjaring lobster, dan mencari beberapa jenis kerang yang mudah ditemui di sini. 

Namun satu hal yang perlu agan2 ingat, jangan lupa untuk membawa bekal sendiri. Karena tempat ini belum dibuka dan dikelola secara khusus sebagai tempat kunjungan wisata, alias masih alami. jadi agan2 bawa aja kebutuhan sendiri, seperti mkanan dan air bersih, juga perlengkapan Camping jika ingin berkemah.

Nah, itu dia sedikit infonya tentang pantee Lhok keutapang. Jika travellers yang kebetulan ingin kemari tapi tidak tau tempatnya, gampangg . travellers tinggal email penulis aja, InsyaAllah dibantu. tergantung SIKON juga sih. hehehe . . oiya, ini emailny : anakgunung04@gmail.com

Thanx for dateng2 ke blog ane. . .

Tari Seudati


Tari seudati, merupakan sebuah kesenian dalam benruk tari yang bersal dari Aceh. Secara bahasa, seudati berasal dari bahasa arab Syahadat, yang berarti saksi/ bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah  dan Muhammad sebagai hamba dan RasulNya(Wikipedia). 

Pada dasarnya tarian ini adalah tarian perang, yang syair-syairnya digunakan untuk membangkitkan semangat juang para pasukan dan pemuda. Oleh karena itu, tarian seudati sempat dilarang di masa kolonial belanda. Mereka takut dengan adanya tarian ini semangat juang masyarakat Aceh akan meningkat saat mendengar syair- syair yang ada dlam tari seudati.

Tarian seudati juga dikenal oleh msyarakat pesisir dengan nama Ratoeh. Bagi sebagian penduduk, Seudati digunakan untuk bersuka ria dengan cara sabung ayam saat musim panen. Dengan dimulainya seudati, berarti telah dimulai pula acara sabung ayam (pemeloet manoek: Aceh).

Seudati ditarikan oleh delapan orang laki-laki sebagai penari utama, terdiri dari satu orang pemimpin yang disebut syeikh , satu orang pembantu syeikh, dua orang pembantu di sebelah kiri yang disebut apeetwie, satu orang pembantu di belakang yang disebut apeet bak , dan tiga orang pembantu biasa. Selain itu, ada pula dua orang penyanyi sebagai pengiring tari yang disebut aneuk syahi.

sekian dulu ya gan . . maaf hanya sedikit yang bisa anee sajikan tentang tarian seudati . . Thanx




Wednesday, May 11, 2016

Mie Aceh

Mie Aceh adalah masakan mie khas Aceh di Indonesia. Mie kuning tebal ini biasa diolah dengan menambahkan bahan pendukung lain seperti irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut (udang dan cumi). Secara umum, Mie Aceh tersedia dalam tiga jenis, Mie Aceh Goreng (digoreng dan kering), Goreng basah dan Mie Aceh Kuah (sup). Biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis. (wikipedia)

Secara umum mie aceh diolah dengan tiga jenis masakan, yaitu :

1. Mie kuah












2. Mie Goreng




















3. Mie goreng basah













.

sekian dulu ya Fooders, semoga bermanfaat artikelny. eemmm, meskipun sangat ringkas. Minimal bisa jdi pedoman awal bagi yang belum tau sama sekali. . . he he he 

Kopi Gayo

Kopi Gayo merupakan varietas kopi arabika yang menjadi salah satu komoditi unggulan yang berasal dari Dataran tinggi Gayo, Aceh- Indonesia. Kopi arabika dari dataran Tinggi Gayo, telah dikenal dunia karena memiliki citarasa khas dengan ciri utama. antara lain, aroma dan perisa yang kompleks dan kekentalan yang kuat. Kopi Gayo telah mendapat Fair Trade Certified™ dari Organisasi Internasional Fair Trade pada tanggal 27 Mei 2010, Kopi Gayo menerima sertifikat IG (Indikasi Geogafis) diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Indonesia. Kemudian pada Event Lelang Special Kopi Indonesia tanggal 10 Oktober 2010 di Bali, kembali Kopi Arabika Gayo memperoleh peringkat tertinggi saat cupping score. Sertifikasi dan prestasi tersebut kian memantapkan posisi Kopi Gayo sebagai Kopi Organik terbaik di dunia.

Kehadiran kekuasaan Belanda di Tanah Gayo tahun 1904 serta merta diikuti pula dengan hadirnya pendatang-pendatang lain. Pada masa itu wilayah Aceh Tengah dijadikan onder afdeeling Nordkus Atjeh dengan Sigli sebagai ibukotanya. Di sisi lain, kehadiran Belanda juga telah memberi penghidupan baru dengan membuka lahan perkebunan, salah satunya kebun kopi di Tanah Gayo (di ketinggian 1.000 - 1.700 m di atas permukaan laut).

Sebelum kopi hadir di Dataran Tinggi Gayo, tanaman teh dan lada telah lebih dulu diperkenalkan. Menurut ahli pertanian Belanda JH Heyl dalam bukunya berjudul Pepercultuur in Atjeh menerangkan asalnya tanaman lada dibawa dari Mandagaskar (Afrika Timur) dalam abad VII atau VIII ke tanah Aceh (Zainuddin, 1961:264). Sayangnya kedua tanaman itu kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah kolonial. Pada akhirnya Belanda kemudian memperkenalkan dan membuka perkebunan kopi pertama seluas 100 ha pada tahun 1918 di kawasan Belang gele, yang sekarang termasuk wilayah Kec. Bebesan, Aceh Tengah. Selain dibukanya lahan perkebunan, di tahun 1920 muncul kampung baru masyarakat Gayo di sekitar perkebunan kopi Belanda itu, dan pada tahun 1925-1930 mereka membuka sejarah baru dengan membuka kebun-kebun kopi rakyat. Pembukaan itu didasari oleh pengetahuan yang diperoleh petani karena bertetangga dengan perkebunan Belanda itu. Pada akhir tahun 1930 empat buah kampung telah berdiri di sekitar kebun Belanda di Belang Gele itu, yaitu Kampung Belang Gele, Atu Gajah, Paya Sawi, dan Pantan Peseng (Melalatoa, 2003:51).

Pada paruh kedua tahun 1950-an, orang Gayo mulai berkebun kopi. Pada periode itu hutan-hutan dibabat untuk dijadikan kebun kopi. Pada tahun 1972 Kabupaten Aceh Tengah tercatat sebagai penghasil kopi terbesar dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Luas areal kebun kopi di Kabupaten Aceh Tengah pada tahun 1972 adalah 19.962 ha. Perkebunan kopi bagi warga Kab. Bener Meriah (pemekaran dari Kab. Aceh Tengah) dan Kab. Aceh Tengah merupakan urat nadi perekonomian yang paling menonjol, selain perdagangan sayur mayur seperti kol/kubis, wortel, cabai, dan cokelat. Sebagai komoditas ekspor, 27.953 keluarga di Aceh Tengah menggantungkan hidup mereka pada budi daya kopi dengan luas areal 46.392 ha, dan dengan rata-rata 720,7 kg/ha/tahun (BPS Kab. Aceh Tengah 2005:144-145). Konflik yang berkepanjangan menyebabkan sedikitnya 6.440 ha lahan kopi telantar dan 5.037 keluarga kehilangan lapangan kerja.

Setelah konflik mereda dan ditandatanganinya perjanjian damai RI-GAM pada akhir tahun 2005, para petani kopi kini mulai berani bercocok tanam di kebun kopi yang terletak jauh di lereng gunung, tidak sekadar menanam kopi di pekarangan rumah. Harga jual kopi pun -meski dipengaruhi harga kopi dunia- relatif stabil dan terus menguat karena jalur perdagangan antara Takengon - Bireun - Lhoksemauwe - Medan dapat dilalui kendaraan angkut tanpa resiko besar. Kini, aktivitas perkebunan kopi mulai bangkit kembali dan kini telah menjadi tulang punggung perekonomian di Kabupaten Aceh Tengah Bener Meriah dan Gayo Lues.

(Sumber: Wikipedia)

Sabang pelabuhan bebas pertama di Indonesia





Pelabuhan Bebas (Free port) adalah pelanuhan yang bebas dimasuki kapal dari manapun, tanpa pengawasan pemerintah dan tanpa pemeriksaan dari petugas pabean. Penetapan freeport tidak dilakukan dengan sembarangan, hal ini harus didasari oleh alasan- alasan khusus.

Sabang dibuka menjadi Freeport pertama kalinya pada tahun 1896. Hal ini ditujukan untuk pelabuhan perdagangan umum dan transit barang- barang hasil pertanian dari Deli. Saat itu kawasan Deli sudah menjadi daerah perkebunan tembakau. Pada tahun 1942, Jepang menduduki wilayah Sabang dan membangun Basis pertahanannya di wilayah barat pulau ini. Sehingga status Sabang sebagai pelabuhan bebas terpaksa ditutup.

Sabang kembali ditetapkan sebagai pelabuhan bebas pada tahun 1963, dengan segala pelaksanaannya dipegang oleh Komando Tertinggi Operasi Ekonomi (KOTOE). Karena maraknya aksi penyeludupan, Status Sabang sebagai pelabuhan bebas kembali ditutup pada tahun 1985. Penutupan Sabang berdasarkan Undang- Undang Nomor 10 tahun 1985.

Nama Sabang sebagai pelabuhan kembali mencuat dengan adanya kerjasama ekonomi antara Regional Indonesia- Malaysia- Thailand. Kerjasama ini dinamai dengan IMT-GT (Regional Indonesia- Malaysia- Thailand Growth Triangle). Akhirnya pada tanggal 22 Januari 2000, melalui Inpres nomor 2 Tahun 2000, Sabang kembali ditetapkan sebagai Pelabuhan Bebas (FreePort).

Poto Pelabuhan Sabang Saat ini
sumber : Dishubkominfo Kota Banda Aceh