Mesjid Raya Baiturrahman

Mesjid bersejarah kebanggan rakyat Aceh

Rumoh Aceh

Rumoeh Aceh merupakan Rumah Adat Aceh

Kuwah Pliek

Salah Satu Kuliner Khas Aceh

Saturday, May 14, 2016

Lhok Mata Ie

Keindahan di pantai ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi pecinta Camping, para pemancing, ataupun sekedar wisatawan lokal. Pantee Lhok Mata Ie, merupakan sebuah pantai yang terletak di kawasan desa Ujong pancu, kec. Peukan bada, Aceh besar. Untuk menuju kemari, travellers harus melintasi jalan setapak dalam hutan hutan kecil, dengan prkiraan waktu sekitar 30 menit. Jadi kendaraan bisa dititipkan di rumah-rumah penduduk dengan membayar parkir sekitar 5 ribua-an.

Sebagian besar batasan pantai di Lhok mata ie adalah bebatuan dan karang. Pantainya tidak luas, namun cukup menawan dengan pasir putih yang menghiasinya. Air laut di sini sangat jernih, sehingga kita dapat melihat dengan jelas karang- karang dan ikan yang melintas di bawah air. 


Di pantai Lhok mata ie, travellers bisa menikati keindahan pantai yang begitu mengagumkan. Trav bisa melakukan banyak kegiatan wisata laut di sini. Misalnya ingin memancing ikan, di sini spotnya cukup menarik loh. Aneka jenis Ikan karang seperti GT (Rambee: Aceh), Kakap merah, kerapu atau bahkan Trav ingin memancing cumi juga bisa. Selain mancing, Trav juga bisa bersnorkling di sini. Keindahan terumbu karang di bawahnya sangat luar biasa loh. . hehehe. Trav dapat melihat-lihat keindahan bawah air dari pantai ini, atau ingin sekedar ingin berinteraksi langsug dengan aneka jenis ikan kecil (kalau ngomong sama ikan, Ane gak tanggung jawab. sumpah gak mau). Pokoknya tidak kalah ama di tempat-tempat lain. wkwkwkwkwk. Cuma bedanya di sini belum dikelola  aja dengan baik oleh pihak/ Dinas terkait. 


Kalau Trav ingin kemari, Jangan lupa membawa perlengkapan wisata  sesuai kebutuhan. Perlengkapan sih tergantung cara berwisata masing- masing. Bagi yang hoby mancing ya jangan lupa membawa perlengkapan pancing sendiri (Orang budeg juga tau ya ? ?  ingatin ajee), begitu juga yang sukanya berenang, snorkling, or camping. Cuma saran ane yang paling utama adalah : jangan lupa bawa diri, makanan, dan air.ntar mati loh kalau gak,  ha ha ha . .









Satu hal lagi yang jadi prioritas utama : BERSIHKAN SAMPAHMU, sama- sama kita menjaga alam.
gak ada toleransi dalam hal ini ya  Trav

LESTARI . . !!


anakgunung04@gmail.com

Friday, May 13, 2016

Pantee Lhok Keutapang

Hallo para jalan2 mania . . ! ! Kali ini saya mengulas sedikit informasi tentang tempat wisata yang tersembunyi (bagi yang tidak tau sih, hehe) yang berada di seputaran Aceh besar, yaitu, Pante Lhok keutapang. Mungkin bagi yang tinggal di seputaran kota Banda Aceh dan Aceh besar sudah biasa mendengar tentang tempat ini. Tapi kali ini, penulis ingin berbagi secuil informasi bagi para touring yang belum tau sama sekali.

OK, Lhok keutapang berada di sekitar Ds. Ujung Pancu, Lam Pageu, Aceh Besar. Namun, untuk mencapai ke tempat ini, anda2 harus lebih dulu membuang sedikit tenaga untuk mendaki dan turun bukit selama lebih kurang 2 jam berjalan kaki menyusuri hutan kecil. Karena, Pantee Lhok keutapang berada di seberang bukit dari desa Ujung pancu tersebut dan tidak ada akses untuk kendaraan. Para Travellers tidak perlu kuwatir, karena begitu anda sampai di sana rasa lelah akan terbayar dengan keindahan alam yang menakjubkan.

Pantee Lhok keutapang menawarkan keindahan alam yang menakjubkan. Anda akan dimanjakan dengan keindahan laut biru dan pantai pasir putih yang begitu mempesona, ditambah lagi dengan pemandangan Pulau bunta yang tampak dari kejauhan. Selain itu, kita juga bisa menikmati sunset yang begitu menawan di kala senja datang. Jika beruntung, agan2 akan dapat melihat penyu yang datang ingin bertelur, kalau beruntung sih. =))


Selain itu, jika anda pecinta Mancing, di sini juga merupakan spot yang menarik. Banyak ikan- ikan karang seperti kerapu karang, GiantTravelly, dll yang menanti umpan pancing anda. Emm, jika bosan buat memancing ikan, travellers juga bisa sekedar mencari jenis makanan laut lainnya, sperti menjaring lobster, dan mencari beberapa jenis kerang yang mudah ditemui di sini. 

Namun satu hal yang perlu agan2 ingat, jangan lupa untuk membawa bekal sendiri. Karena tempat ini belum dibuka dan dikelola secara khusus sebagai tempat kunjungan wisata, alias masih alami. jadi agan2 bawa aja kebutuhan sendiri, seperti mkanan dan air bersih, juga perlengkapan Camping jika ingin berkemah.

Nah, itu dia sedikit infonya tentang pantee Lhok keutapang. Jika travellers yang kebetulan ingin kemari tapi tidak tau tempatnya, gampangg . travellers tinggal email penulis aja, InsyaAllah dibantu. tergantung SIKON juga sih. hehehe . . oiya, ini emailny : anakgunung04@gmail.com

Thanx for dateng2 ke blog ane. . .

Tari Seudati


Tari seudati, merupakan sebuah kesenian dalam benruk tari yang bersal dari Aceh. Secara bahasa, seudati berasal dari bahasa arab Syahadat, yang berarti saksi/ bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah  dan Muhammad sebagai hamba dan RasulNya(Wikipedia). 

Pada dasarnya tarian ini adalah tarian perang, yang syair-syairnya digunakan untuk membangkitkan semangat juang para pasukan dan pemuda. Oleh karena itu, tarian seudati sempat dilarang di masa kolonial belanda. Mereka takut dengan adanya tarian ini semangat juang masyarakat Aceh akan meningkat saat mendengar syair- syair yang ada dlam tari seudati.

Tarian seudati juga dikenal oleh msyarakat pesisir dengan nama Ratoeh. Bagi sebagian penduduk, Seudati digunakan untuk bersuka ria dengan cara sabung ayam saat musim panen. Dengan dimulainya seudati, berarti telah dimulai pula acara sabung ayam (pemeloet manoek: Aceh).

Seudati ditarikan oleh delapan orang laki-laki sebagai penari utama, terdiri dari satu orang pemimpin yang disebut syeikh , satu orang pembantu syeikh, dua orang pembantu di sebelah kiri yang disebut apeetwie, satu orang pembantu di belakang yang disebut apeet bak , dan tiga orang pembantu biasa. Selain itu, ada pula dua orang penyanyi sebagai pengiring tari yang disebut aneuk syahi.

sekian dulu ya gan . . maaf hanya sedikit yang bisa anee sajikan tentang tarian seudati . . Thanx




Wednesday, May 11, 2016

Mie Aceh

Mie Aceh adalah masakan mie khas Aceh di Indonesia. Mie kuning tebal ini biasa diolah dengan menambahkan bahan pendukung lain seperti irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut (udang dan cumi). Secara umum, Mie Aceh tersedia dalam tiga jenis, Mie Aceh Goreng (digoreng dan kering), Goreng basah dan Mie Aceh Kuah (sup). Biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis. (wikipedia)

Secara umum mie aceh diolah dengan tiga jenis masakan, yaitu :

1. Mie kuah












2. Mie Goreng




















3. Mie goreng basah













.

sekian dulu ya Fooders, semoga bermanfaat artikelny. eemmm, meskipun sangat ringkas. Minimal bisa jdi pedoman awal bagi yang belum tau sama sekali. . . he he he 

Kopi Gayo

Kopi Gayo merupakan varietas kopi arabika yang menjadi salah satu komoditi unggulan yang berasal dari Dataran tinggi Gayo, Aceh- Indonesia. Kopi arabika dari dataran Tinggi Gayo, telah dikenal dunia karena memiliki citarasa khas dengan ciri utama. antara lain, aroma dan perisa yang kompleks dan kekentalan yang kuat. Kopi Gayo telah mendapat Fair Trade Certified™ dari Organisasi Internasional Fair Trade pada tanggal 27 Mei 2010, Kopi Gayo menerima sertifikat IG (Indikasi Geogafis) diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM Indonesia. Kemudian pada Event Lelang Special Kopi Indonesia tanggal 10 Oktober 2010 di Bali, kembali Kopi Arabika Gayo memperoleh peringkat tertinggi saat cupping score. Sertifikasi dan prestasi tersebut kian memantapkan posisi Kopi Gayo sebagai Kopi Organik terbaik di dunia.

Kehadiran kekuasaan Belanda di Tanah Gayo tahun 1904 serta merta diikuti pula dengan hadirnya pendatang-pendatang lain. Pada masa itu wilayah Aceh Tengah dijadikan onder afdeeling Nordkus Atjeh dengan Sigli sebagai ibukotanya. Di sisi lain, kehadiran Belanda juga telah memberi penghidupan baru dengan membuka lahan perkebunan, salah satunya kebun kopi di Tanah Gayo (di ketinggian 1.000 - 1.700 m di atas permukaan laut).

Sebelum kopi hadir di Dataran Tinggi Gayo, tanaman teh dan lada telah lebih dulu diperkenalkan. Menurut ahli pertanian Belanda JH Heyl dalam bukunya berjudul Pepercultuur in Atjeh menerangkan asalnya tanaman lada dibawa dari Mandagaskar (Afrika Timur) dalam abad VII atau VIII ke tanah Aceh (Zainuddin, 1961:264). Sayangnya kedua tanaman itu kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah kolonial. Pada akhirnya Belanda kemudian memperkenalkan dan membuka perkebunan kopi pertama seluas 100 ha pada tahun 1918 di kawasan Belang gele, yang sekarang termasuk wilayah Kec. Bebesan, Aceh Tengah. Selain dibukanya lahan perkebunan, di tahun 1920 muncul kampung baru masyarakat Gayo di sekitar perkebunan kopi Belanda itu, dan pada tahun 1925-1930 mereka membuka sejarah baru dengan membuka kebun-kebun kopi rakyat. Pembukaan itu didasari oleh pengetahuan yang diperoleh petani karena bertetangga dengan perkebunan Belanda itu. Pada akhir tahun 1930 empat buah kampung telah berdiri di sekitar kebun Belanda di Belang Gele itu, yaitu Kampung Belang Gele, Atu Gajah, Paya Sawi, dan Pantan Peseng (Melalatoa, 2003:51).

Pada paruh kedua tahun 1950-an, orang Gayo mulai berkebun kopi. Pada periode itu hutan-hutan dibabat untuk dijadikan kebun kopi. Pada tahun 1972 Kabupaten Aceh Tengah tercatat sebagai penghasil kopi terbesar dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Luas areal kebun kopi di Kabupaten Aceh Tengah pada tahun 1972 adalah 19.962 ha. Perkebunan kopi bagi warga Kab. Bener Meriah (pemekaran dari Kab. Aceh Tengah) dan Kab. Aceh Tengah merupakan urat nadi perekonomian yang paling menonjol, selain perdagangan sayur mayur seperti kol/kubis, wortel, cabai, dan cokelat. Sebagai komoditas ekspor, 27.953 keluarga di Aceh Tengah menggantungkan hidup mereka pada budi daya kopi dengan luas areal 46.392 ha, dan dengan rata-rata 720,7 kg/ha/tahun (BPS Kab. Aceh Tengah 2005:144-145). Konflik yang berkepanjangan menyebabkan sedikitnya 6.440 ha lahan kopi telantar dan 5.037 keluarga kehilangan lapangan kerja.

Setelah konflik mereda dan ditandatanganinya perjanjian damai RI-GAM pada akhir tahun 2005, para petani kopi kini mulai berani bercocok tanam di kebun kopi yang terletak jauh di lereng gunung, tidak sekadar menanam kopi di pekarangan rumah. Harga jual kopi pun -meski dipengaruhi harga kopi dunia- relatif stabil dan terus menguat karena jalur perdagangan antara Takengon - Bireun - Lhoksemauwe - Medan dapat dilalui kendaraan angkut tanpa resiko besar. Kini, aktivitas perkebunan kopi mulai bangkit kembali dan kini telah menjadi tulang punggung perekonomian di Kabupaten Aceh Tengah Bener Meriah dan Gayo Lues.

(Sumber: Wikipedia)

Sabang pelabuhan bebas pertama di Indonesia





Pelabuhan Bebas (Free port) adalah pelanuhan yang bebas dimasuki kapal dari manapun, tanpa pengawasan pemerintah dan tanpa pemeriksaan dari petugas pabean. Penetapan freeport tidak dilakukan dengan sembarangan, hal ini harus didasari oleh alasan- alasan khusus.

Sabang dibuka menjadi Freeport pertama kalinya pada tahun 1896. Hal ini ditujukan untuk pelabuhan perdagangan umum dan transit barang- barang hasil pertanian dari Deli. Saat itu kawasan Deli sudah menjadi daerah perkebunan tembakau. Pada tahun 1942, Jepang menduduki wilayah Sabang dan membangun Basis pertahanannya di wilayah barat pulau ini. Sehingga status Sabang sebagai pelabuhan bebas terpaksa ditutup.

Sabang kembali ditetapkan sebagai pelabuhan bebas pada tahun 1963, dengan segala pelaksanaannya dipegang oleh Komando Tertinggi Operasi Ekonomi (KOTOE). Karena maraknya aksi penyeludupan, Status Sabang sebagai pelabuhan bebas kembali ditutup pada tahun 1985. Penutupan Sabang berdasarkan Undang- Undang Nomor 10 tahun 1985.

Nama Sabang sebagai pelabuhan kembali mencuat dengan adanya kerjasama ekonomi antara Regional Indonesia- Malaysia- Thailand. Kerjasama ini dinamai dengan IMT-GT (Regional Indonesia- Malaysia- Thailand Growth Triangle). Akhirnya pada tanggal 22 Januari 2000, melalui Inpres nomor 2 Tahun 2000, Sabang kembali ditetapkan sebagai Pelabuhan Bebas (FreePort).

Poto Pelabuhan Sabang Saat ini
sumber : Dishubkominfo Kota Banda Aceh