Sunday, December 11, 2016

Tari Ranup Lam Puan

Bagi anda yang sering berkunjung saat perayaan- perayaan tertentu di Aceh, nama Tari Ranup Lam puan pasti sudah sangat familiar didengar. Bagaimana tidak, tari ini biasa ditampilkan dalam sesi penyambutan tamu terhormat di suatu acara. 

Tari ranup lam puan
pada acara preeh binto baroe

Tari Ranup Lam puan merupakan tari tradisional suku Aceh. Menurut sejarah sih, tari ini pertama kali diperkenalkan di daerah koeta radja (Banda Aceh) 1959. Yang menciptakan tarian ini merupakan seorang seniman bernama Yusrizal. Jika diterjemahkan menurut bahasa, Tari Ranup Lam puan berarti sirih dalam Puan. Berarti, Tari Ranup Lam puan menggambarkan kebiasaan suku Aceh menyuguhkan sirih kepada tamu. 


Simbol penghormatan kepada tamu menggunakan sirih sudah ada sejak jaman kerajaan. Sebagaimana telah ditulis di situs pemerintah acehprov.go.id, dalam tradisi Jamuan raja-raja di Aceh, seperti Jamuan kepada Sir James Lancastle utusan Raja Inggris James I pada masa  Sultan Alauddin Riayatsyah Saidil Mukammal (1602 M), sirih sudah merupakan suguhan persembahan kepada tamu-tamu agung. Tradisi penyuguhan sirih untuk memuliakan tamu sudah merakyat sejak dari dahulu kala dalam masyarakat Aceh. Berkaitan dengan adat menyuguhkan sirih tersebut, dapat diartikasn sebagai simbol kerendahan hati dan sengaaja memuliakan tamu atau orang lain walaupun dia sendiri adalah seorang yang pemberani dan peramah.

Penari ranup lam puan terdiri dari beberapa orang wanita. para wanita ini menggunakan pakaian tradisional yang sopan. Gerakan dalam tari ini mengandung makna dalam tiap sesinya, seperti merendah di hadapan tamu dan menyuguhkan sirih kepada tamu. Hal ini melambangkan kesopanan, dan memuliakan tamu.

para penari juga membawa beberapa perlengkapan tari yang berupa :
  1. Bate (Puan)
  2. Ranub (Sirih, Pinang, Kapur, Gambir, dan Cengkeh)
  3. Ceuradi (alas puan)
  4. Sange (tutup bate)
  5. Fungsi Ranub:

Fungsi Ranub untuk suguhan kepada tamu (dapat dimakan ) guna menghormati yang menyuguhkannya.

0 komentar: